RUCI Art Space kini tengah menyelenggarakan
sebuah pameran karya seni tunggal yang berlangsung dari 18 Desember 2021 hingga
23 Januari 2022. Tempat tersebut berlokasi di Jalan Melawai VIII No. 2A, Lantai
3 (RUCI’s Joint; gedung berwarna merah di sudut pertigaan depan Little Tokyo Blok
M), Jakarta Selatan.
Pameran ini dibuka secara umum
namun harus membuat perjanjian dari H-1 sebelum mengunjungi tempatnya dengan
mengisi form reservasi online melalui Google Form yang disediakan di
akun Instagram @ruci.art. Setiap pengunjung mengisi formnya secara individu dan
nantinya tidak akan dikenakan biaya tiket untuk masuk pameran.
Di dalam Gedung RUCI’s Joint,
terdapat pekerja barista kafe yang akan mengarahkan ke tempat scan barcode PeduliLindungi
terlebih dahulu kemudian memberitahu pengunjung untuk langsung menuju lantai 3
dengan menggunakan lift. Setelah pintu lift terbuka di lantai tujuan,
pengunjung akan melihat pertama kali sebuah dinding kata pengantar pameran (exhibition
foreword).
Pameran tunggal ini berisi
karya lukisan dan karya seni lainnya yang dibuat oleh seniman Yogyakarta
bernama Suanjaya Kencut dan dikurasikan oleh Zarani Risjad. Karya lukisan yang
dibuat oleh Kencut ini terinspirasi dari memori masa kecilnya yang mengumpulkan
bunga bersama ibunya untuk membuat seserahan atau sesajen adat Bali.
Pandemi Coronavirus
mengingatkan Kencut bahwa kehidupan di bumi, tidak hanya memiliki DNA yang
sama, tetapi juga nasib yang sama. Ia mengungkapkan rasa bersyukur atas
keberkahan hidupnya melalui koleksi lukisannya yang menyimbolkan orang Bali
selalu memperhatikan simbiosis dengan sesajennya sebagai gerakan kecil namun
bermakna. Hal ini tertulis pada dinding kata pengantar pameran.
Bila memasuki lebih dalam, pengunjung
baru dimanjakan dengan pemandangan karya lukisan dua dimensi. Di dalamnya terdapat
21 lukisan yang digantung di setiap dinding pameran dan satu karya kumpulan
boneka plush. Salah satu lukisan Kencut yang menarik dengan visualisasi
sekumpulan bunga memenuhi satu kanvasnya berjudul “Power of Flower Infinity”. Lukisan
tersebut diletakkan khusus pada bagian tengah pameran sehingga kerap kali
dijadikan sebagai spot foto yang instagrammable bagi pengunjung.
Setelah mengamati
lukisan-lukisan yang ada dalam pameran, pengunjung akan melihat sebuah pedestal
di lantai yang letaknya berseberangan dengan lukisan “Power of Flower
Infinity”. Karya seni yang ditampilkan adalah kumpulan boneka plush
berbentuk bunga bermata kancing; terdapat satu boneka besar dan enam boneka
kecil yang mengelilinginya. Karya ini dinamakan sebagai “Power of Flowers”.
Diketahui pameran ini dibuka
pada hari Selasa sampai dengan Minggu dari pukul 11.00 – 19.00 WIB. Namun pada
hari Senin dan hari libur bersama pameran akan ditutup sementara. Semua orang bebas
dipersilakan mengunjungi pameran tunggal ini. Pameran ini mungkin tidak
terlihat luas dan besar, namun bisa dijadikan sebagai salah satu destinasi
wisata seni yang menarik untuk dikunjungi.

Komentar
Posting Komentar